Minggu, 03 Juni 2012

Dari kak Corey...Buku UAP karangan Putu Wijaya

Menggapai-gapai
Dan usia bertambah terus meskipun kita lupa menghitungnya, sedangkan yang hendak digapai belum ada tanda-tanda hendak tercapai, toh harus dijalani semuanya, karena mungkin itulah arti menggapai-gapai, tetap mengejar kendati tak pernah sampai




Hidup

Hari ini terasa sulit setelah kemarin sempat jadi begitu indah, tetapi tak ada jaminan hari esok akan indah karena hari ini begitu sulitnya, hidup bukan sebuah partitur musik yg bisa dinyanyikan, karena ia menyeruduk seperti banteng, tinggal kita terpaksa menjadi matador dgn sebuah pedang ditangan menanti ia lelah dan lengah, lalu menusuk kuduknya untuk menjadi seorang pemenang, lalu mendengar tempik sorak, tetapi waktu kita berpaling dia sudah ada di antara penonton


Selamat jalan ke kerajaan kerjamu masing-masing saudara, di mana kamu akan jadi gusti dan sekaligus kawula, di mana kamu akan mengepalkan tangan agar barisan di sekitarmu keras nyalinya, sebagaimana yang sudah sama-sama kita lakukan selama seperempat abad ini, hingga hati kita mungkin luka tapi perkasa. Aku pun harus mengayunkan langkahku dari lumpur yang tak akan kubiarkan terus memperlambat gerakanku, karena aku ingin mewarnai bintang-bintang dan angkasaku sendiri

Memang berpisah menciptakan sedih tetapi juga bukan akhir dari segalanya, karena siapa tahu, ketika kita coblos tirai yang belum terbuka ini, kita akan temukan lapangan baru di mana kita kembal bersama.Tetapi kita sudah bebas dari beban sejarah walaupun tidak berarti lepas, krena hanya dengan menjadi orang baru, kita akan mampu saling berpegangan dengan lebih padu, setidak-tidaknya untuk menipu musuh yang tidak pernah berhenti memburu.Tetapi jangan mencampurkan harapan dengan kenyataan, karena hari ini mesti kita tutup dahulu. Kutatap matamu satu-satu, begitu dalam aku terharu, tak ada kata yang bisa mengucapkan terima kasihku, karena kamu semua sudah menjadi pah
lawan dan tugu kemenangan dalam diriku. Tak mungkin akan dapat kulaksanakan seluruh tugas ini tanpa jiwa raga kalian.Hanya jalan yang masih terlalu panjang untuk beristirahat apalagi berhenti,
kita harus bergerak sekarang, berserak dan berbuat lebih banyak kalau tidak mau ditinggalkan sejarah

Perpisahan Di Medan Perang
Setiap kali aku menoleh dan melihat wajahmu di sampingku,memantulkan api peperangan di garis depan yang hanya sejengkal di depan mata, tekadku makin bulat. Tak ada yang harus dikatakan karena matamu sudah berbicara, justru di situ kulihat bayang-bayangku sendiri dengan seluruh latar belakang dan masa depan yang agak nya memang sudah berbeda.Kita hanya hanya akan bersalaman dan kemudian memandang ke depan sambil menghentakkan kaki bersama-sama, menandai armada ini akan
bergerak terus menuju ke daerah perbatasan masing-masing dengan nasib yang saling berbeda
Tapi kita tak mungkin lagi bersama-sama karena peperangan sudah meluas keseluruh wilayah, setiap sudut memerlukan pertahanan dan seorang pahlawan yang akan menjaga tiang bendera disana masih berkibar sesuatu walaupun angin tidak selalu bertiup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar