Menggapai-gapai
Dan usia bertambah terus meskipun kita lupa
menghitungnya, sedangkan yang hendak digapai belum ada tanda-tanda
hendak tercapai, toh harus dijalani semuanya, karena mungkin itulah arti
menggapai-gapai, tetap mengejar kendati tak pernah sampai
Hidup
Hari
ini terasa sulit setelah kemarin sempat jadi begitu indah, tetapi tak
ada jaminan hari esok akan indah karena hari ini begitu sulitnya, hidup
bukan sebuah partitur musik yg bisa dinyanyikan, karena ia menyeruduk
seperti banteng, tinggal kita terpaksa menjadi matador dgn sebuah pedang
ditangan menanti ia lelah dan lengah, lalu menusuk kuduknya untuk
menjadi seorang pemenang, lalu mendengar tempik sorak, tetapi waktu kita
berpaling dia sudah ada di antara penonton
Selamat jalan ke
kerajaan kerjamu masing-masing saudara, di mana kamu akan jadi gusti dan
sekaligus kawula, di mana kamu akan mengepalkan tangan agar barisan di
sekitarmu keras nyalinya, sebagaimana yang sudah sama-sama kita lakukan
selama seperempat abad ini, hingga hati kita mungkin luka tapi perkasa.
Aku pun harus mengayunkan langkahku dari lumpur yang tak akan kubiarkan
terus memperlambat gerakanku, karena aku ingin mewarnai bintang-bintang
dan angkasaku sendiri
Memang berpisah menciptakan sedih tetapi
juga bukan akhir dari segalanya, karena siapa tahu, ketika kita coblos
tirai yang belum terbuka ini, kita akan temukan lapangan baru di mana
kita kembal bersama.Tetapi kita sudah bebas dari beban sejarah walaupun
tidak berarti lepas, krena hanya dengan menjadi orang baru, kita akan
mampu saling berpegangan dengan lebih padu, setidak-tidaknya untuk
menipu musuh yang tidak pernah berhenti memburu.Tetapi jangan
mencampurkan harapan dengan kenyataan, karena hari ini mesti kita tutup
dahulu. Kutatap matamu satu-satu, begitu dalam aku terharu, tak ada kata
yang bisa mengucapkan terima kasihku, karena kamu semua sudah menjadi
pah
lawan dan tugu kemenangan dalam diriku. Tak mungkin akan dapat
kulaksanakan seluruh tugas ini tanpa jiwa raga kalian.Hanya jalan yang
masih terlalu panjang untuk beristirahat apalagi berhenti,
kita harus bergerak sekarang, berserak dan berbuat lebih banyak kalau tidak mau ditinggalkan sejarah
Perpisahan Di Medan Perang
Setiap
kali aku menoleh dan melihat wajahmu di sampingku,memantulkan api
peperangan di garis depan yang hanya sejengkal di depan mata, tekadku
makin bulat. Tak ada yang harus dikatakan karena matamu sudah berbicara,
justru di situ kulihat bayang-bayangku sendiri dengan seluruh latar
belakang dan masa depan yang agak nya memang sudah berbeda.Kita hanya
hanya akan bersalaman dan kemudian memandang ke depan sambil
menghentakkan kaki bersama-sama, menandai armada ini akan
bergerak terus menuju ke daerah perbatasan masing-masing dengan nasib yang saling berbeda
Tapi
kita tak mungkin lagi bersama-sama karena peperangan sudah meluas
keseluruh wilayah, setiap sudut memerlukan pertahanan dan seorang
pahlawan yang akan menjaga tiang bendera disana masih berkibar sesuatu
walaupun angin tidak selalu bertiup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar