"Kelam mega tergantung anggun
Tersaput kabut teduhkan jiwa
Kala kuasa alam tunjukkaan rupa
Tiada ada satu yang melawan
Tiada ku, tiada kau, tiada nya
Hanya penguasa malam tampakkan raga
Melolong syahdu temani jiwa
Bisikkan suara memeluk sukma
Di kala mata tak lagi mendengar
Nadi tak lagi melihat
Dan telinga tak lagi melihat
Hanya hati rasakan makna
Tundukkan kepala taklukan ego
Terduduk dan terdiam
Tanpa gerak tanpa
kata
Diam, sepi, dan membisu
Hanya hembus nafas temani malam
Semilir angin buaikan mimpi
Namun apalah arti bintang
Apalah arti bulan
Ketika selaksa rela bersatu
Dan daun kecil tersapu bayu
Melayang ringan ke pangku pertiwi
Hanya senyum temani Sang bisu
Tanpa kata, tanpa suara
Tatkala penguasa hari tunjukkan cahaya
Dan penguasa malam terkalahkan
Namun tiada menang tiada kalah
Hanya ketika senyum terkembang nyata"
By : RD
Tidak ada komentar:
Posting Komentar