Minggu, 03 Juni 2012

Puisi Jadul dari sang Pacar

"Kelam mega tergantung anggun

Tersaput kabut teduhkan jiwa

Kala kuasa alam tunjukkaan rupa

Tiada ada satu yang melawan

Tiada ku, tiada kau, tiada nya

Hanya penguasa malam tampakkan raga

Melolong syahdu temani jiwa

Bisikkan suara memeluk sukma

Di kala mata tak lagi mendengar

Nadi tak lagi melihat

Dan telinga tak lagi melihat

Hanya hati rasakan makna

Tundukkan kepala taklukan ego

Terduduk dan terdiam
Tanpa gerak tanpa

kata

Diam, sepi, dan membisu

Hanya hembus nafas temani malam

Semilir angin buaikan mimpi

Namun apalah arti bintang

Apalah arti bulan

Ketika selaksa rela bersatu

Dan daun kecil tersapu bayu

Melayang ringan ke pangku pertiwi

Hanya senyum temani Sang bisu

Tanpa kata, tanpa suara

Tatkala penguasa hari tunjukkan cahaya

Dan penguasa malam terkalahkan

Namun tiada menang tiada kalah

Hanya ketika senyum terkembang nyata"

By : RD

Tidak ada komentar:

Posting Komentar