Minggu, 03 Juni 2012
Tanpa Nama ( Bi Dam)
Takdir menghampiriku di saat malam memerangkapku.
Batas senja seakan kabur, diam tak bergeming.
Sepintas duniaku kehilangan nama lalu hilang arah,sama seperti dirinya kehilangan namanya.
Untaian waktu merangkai terjangan badai,berdesing di dalam darahku.
Di sini aku tanpa nama , hitam dan begitu terasing.
Datanglah sinar mentari melepaskanku dari kegelapan,harapan untuk hidup bersama.
Dari(resimen) tanpa nama aku berlutut, mengabdi dan memeluk janjiku padanya.
Hanya kepada matahariku yang bersinar makin terang dan cerah.
Seikat bunga liar cermin hidupnya,cantik tapi sendiri.
Kesepian dalam menantang tiap deraan hidup yang melanda.
Ia pernah berhenti berjalan,terluka,terdiam,menangis padaku.
Aku sedikit pun tak sanggup menahan deritanya,aku terpaku bisu menatapnya tak berdaya.
Tapi inilah keistimewaannya,selalu bisa menjadi matahariku di kala aku terjatuh dan gelap melandaku untuk kesekian kali.
Ia selalu menjadi terang yang menghapus kegelapan dan mendung di hati rakyatnya.
Sinarnya semakin benderang,menyilaukan mataku,aku melihatnya mulai menghilang,aku takut kehilangannya...
Kemudian,aku pun tak menyangka akan berubah menjadi mendung dan gelap hitam baru baginya
Kesalahanku tak termaafkan,menghantar pilu ke dalam jiwaku.
Ada cerita yang tidak pernah bisa tergantikan,itu ceritaku, ceritanya dan cerita kami berdua.
Saat tak seharusnya kuragukan ketulusan hatinya, percaya pada hatinya yang lembut.
Ego dan ambisi dariku merusak tatanan melodi indah kami.
Sekali lagi,aku terhempas dan kehilangan arah, malaikatku tak mendekat,ia pergi dan tak bisa mengulurkan tangannya kali ini.
Kami berdua terluka, karena sesuatu yg tidak berarti bila seharusnya digantikan dengan cerita indah kami.semuanya pergi kulepaskan dengan percuma.
Ia pun tak datang,pencarianku berujung malang.
Aku inilah pedang yang tak memiliki pegangan,menebas siapapun termasuk orang yg memegangku.Berdua..kami teluka begitu parah.
Matahariku dan duniaku mungkin kehilangan nama tapi aku telah ingkar janji untuk dapat memanggil namanya lagi.janji seorang lelaki.
Tanpa nama,nasibku begitu tragis.aku hilang dari catatan sejarah,tercatat sebagai penghianat negara.
Tanpa nama, aku terlupakan begitu saja,jasaku sia2 belaka.
Tanpa nama dan kegelapan selalu menjadi baju kebesaranku,lalu ajal menghadang.
Kenangan terakhir yang kuingat adalah derai air mata kesedihan dan sayup tebasan pedang di tubuhku.aku tak bisa merasakan apa2.sakit kurasa kini...hatiku hancur.
Terhalangi oleh teman2 yang dulu bersamaku,melindunginya begitu gigih.
Inilah akhir cerita sedih seorang pejuang tanpa nama.
Akhirnya kusadari...hanya dengan tanpamu duniaku...hampa...sepi dan tanpa nama lagi
Ella(Angela Melati Ratna Hapsari)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)














Tidak ada komentar:
Posting Komentar