Real name : Vera Febrina M.
Username : Veruca Rathbone
Vampir-Vampir Setia, Seandainya Ada...
Semua pasti setuju kalau saya bilang Stephenie Meyer lebih jago
menghipnotis daripada Romy Rafael. Entah berapa orang cewek (dan cowok)
di dunia ini yang mimpinya dihinggapi oleh Edward Cullen dan tokoh-tokoh
Twilight, baik dalam versi mereka sendiri maupun dalam perwujudan
Robert Pattinson dan teman-temannya. Konon setelah Twilight meledak di
pasaran, Forks dibanjiri turis yang ingin melihat “tempat Edward dan
Bella tinggal”. Seorang teman yang terinspirasi oleh gagasan Carlisle
mengenai vampir adalah spesies yang berevolusi, sering mengajak saya
mendiskusikan metabolisme vampir, dengan tingkat keilmiahan yang mungkin
akan dipuji oleh guru biologi.
Dampak Twilight yang terjadi pada saya, selain gejala-gejala biasa
(terbawa mimpi, sering melamun, dll), adalah munculnya pertanyaan di
otak saya. Saya tahu novel adalah karya fiksi, apalagi Twilight adalah
novel fantasi, jadi wajar kalau ada beberapa hal yang tidak ‘menapak di
bumi’. Hal-hal ini tidak bisa dijawab dengan logika ‘dunia nyata’, hanya
bisa diselesaikan melalui logika dunia fantasi pengarang dan
orang-orang yang mengapresiasinya, misalnya pertanyaan klasik ‘bagaimana
Renesmee bisa tercipta’. Tapi bagaimana ya…kok otak ini rasanya tidak
bisa menahan tanya.
Pertanyaan saya cuma satu, kok vampir-vampir Twilight itu begitu setia ya?
Kalau seluruh keluarga Cullen sih tidak usah ditanya lagi. Menurut
teori, karena diet mereka berbeda dari ‘vampir tradisional’, mereka bisa
merasakan cinta sejati. Keluarga Volturi juga ikatannya bisa begitu
kuat, karena ada ‘kekuatan dalam’ yang bisa menguatkan loyalitas mereka
pada trio Aro-Marcus-Caius. Tapi bagaimana dengan di luar itu? Peter,
‘saudara’ Jasper di masa lalu, jatuh cinta pada Charlotte yang masih
vampir baru, dan sampai ini ditulis, mereka (seandainya ada) masih
langgeng. Hubungan yang sangat rentan dan sangat memungkinkan
pengkhianatan, menurut Jasper, hanyalah jika “kau hidup untuk bertarung
dan pertumpahan darah”.
Saya pikir, mereka kan abadi. Kok mau-maunya keabadian itu
dihabiskan bersama satu orang (vampir) saja. Manusia saja, yang umurnya
cuma seuprit kalau dibandingkan dengan umur vampir, ada yang gonta-ganti
pacar seperti ganti sepatu saja.
Terus, yang agak menyeramkan, kalau ‘inti eksistensi’ mereka mati,
mereka merasa hidupnya hampa, lalu mencari cara untuk ikut mati atau
balas dendam. Contohnya Victoria, Irina...Edward pun hampir masuk ke
daftar ini. Kalau manusia kan, tidak serepot itu. Sedih sebulan, dua
bulan, setahun, sepuluh tahun…terus bertemu orang lain dan akhirnya bisa
jatuh cinta lagi. Semua beres.
Ada apa dengan vampir? Apakah vampir tidak pernah berselingkuh?
Apakah bagi vampir lebih baik mati daripada cari pasangan lagi? Wah,
asyik dong! Saya mau pacaran sama vampir saja!
Kata teman saya (ya, betul, teman saya yang sok mengaitkan biologi
dan vampir itu), itu karena kebanyakan vampir diproduksi pada zaman
dahulu. Zaman di mana manusia cuma tahu monogami. Lagipula perasaan yang
dibawa vampir itu kan lebih kuat, dan seperti kata Edward, sekali
vampir berubah, perubahan itu permanen. Sekali vampir jatuh cinta,
cintanya pun permanen.
Saya pun manggut-manggut, tapi masih ingin bertanya. Kita semua tahu
kalau vampir membawa sifatnya saat masih jadi manusia. Bagaimana kalau
kebetulan mereka yang diubah jadi vampir itu adalah manusia dari
golongan playboy/playgirl? Walaupun berada dalam masyarakat berpaham
monogamis, kan masih ada orang yang kepengen poligami.
Dengan ekspresi jengkel yang tidak berusaha ditutupi, dia berkata
pada saya, “Seandainya ada yang seperti itu pun, Stephenie Meyer tidak
akan mengekspos. Siapa yang mau baca Twilight seandainya Carlisle punya
istri dua…???”
Ya, siapa yang mau baca seandainya Carlisle punya istri dua? Atau
ternyata cinta segitiga yang terjadi bukan antara Edward-Bella-Jacob,
melainkan Bella-Edward-Jessica? Benar juga. Cinta di Twilight adalah
representasi cinta yang diinginkan oleh banyak manusia di muka bumi ini.
Cinta yang sempurna bukan karena tidak bercela, melainkan karena
kesalahan-kesalahan pada cinta itu membawa masa depan yang lebih baik.
Cinta yang tentu saja, mencakup kesetiaan.
Cinta yang kalau kata sebuah acara TV di masa lalu sih...mimpi kali yee!
Jadi saya cuma bisa berharap, berharap, berharap...seandainya
vampir-vampir setia itu benar-benar ada. Yang antagonis juga tidak
apa-apa deh, saya butuh mereka mengajarkan ilmu setia pada banyak
manusia di muka bumi. Supaya acara infotainment jadi tenang, tidak
banyak ribut tentang perselingkuhan dan perceraian artis. Supaya berita
kriminal siang hari tidak lagi diwarnai persengketaan keluarga yang
berujung maut, penggelapan uang berakibat nyawa melayang...Juga mungkin
menyadarkan cowok saya, kalau jalan itu jangan suka melirik cewek lain
yang penampilannya lebih yahui.
Vampir-vampir setia, seandainya mereka ada....
Atau mungkin lebih tepat jika saya bilang...manusia-manusia setia, seandainya jumlah mereka lebih banyak lagi...
NB : ini notes nya Vera, pemenang Essay Challenge dari twilightindo (fansite resmi Twilight di Indonesia)
Just take a look ^_~ (2009)

Nice note.... :)
BalasHapusSeandainya cinta macam vampir itu ada. Tapi cinta macam itu termasuk menyedihkan, disaat pasangan eksistensi kita mati, rasanya mungkin lebih baik cepat-cepat mati juga karena kita sekaligus akan kehilangan satu-satunya sumber kebahagiaan.
Gw mulai mikir, mungkin itu kutukan untuk vampir, sehingga vampir tidak memiliki keturunan yaa (pengecualian untuk Renesmee, karena dia kasus langka). Karena kalau salah satu dari orang tua vampir tiada, otomatis mematikan yg lainnya juga, kasian dong si dedek bayinya (Edward aja hampir tega membinasakan Renesmee demi Bella, kan?) oh noo....
Yahh, memang ga ada hidup yang sempurna, mau kehidupan manusia ataupun vampir. hehehee... I believe happiness is a choice. :)
hahahaha gw suka geuleuh kalo kadang2 banyak orang yg bilang vampirnya si stephenie meyer ini cemen...padahal ini yg lebih manusiawi banget. soalnya kebanyakan vampir digambarkan sangat amat berdosa dengan dosa nafsunya.
BalasHapusEdward sih sempurna cip tapi pd akhirnya mengingatkan gw bahwa dia lebih cocok ada di dongeng ehehehehehehehehehehehehe...
Yap happiness is our own choice :)